Breaking

Sabtu, 11 Februari 2017

Kalau Seperti Ini, Orang Tua Tak Perlu Sering Memuji Anak

Bilhd.com, Jakarta, Memberi pujian sebagai bentuk apresiasi untuk anak memang penting. Tapi, bukan berarti semua hal baik yang dilakukan anak mesti dipuji lho.

Seperti dikatakan psikolog anak dari Tiga Generasi, Citra Annisa MPsi., Psikolog, orang tua juga mesti pilih-pilih saat memuji anak. Sebab, ketika terlalu sering dipuji, anak bisa berpikir dia tak perlu lagi berusaha terlalu keras. Sebab, ia sudah merasa apa yang dilakukannya sudah bagus karena selalu dipuji.

"Makanya perlu kita lihat kalau itu suatu hal yang baru dan butuh effort buat anak, kita beri pujian. Tapi kalau itu sudah hal di keseharian yang biasa anak lakukan, masa kita bilang keren terus ibaratnya," tutur Citra saat berbincang dengan detikHealth di sela-sela 'Konsulteatime' baru-baru ini.


Ilustrasi Foto: thinkstock

Citra menekankan, pastikan orang tua memuji sesuatu yang baru pertama kali dilakukan anak dan usahanya lebih keras. Dengan begitu, anak akan mengulangi lagi dan berusaha melakukan hal itu dengan lebih baik. 

Nah, pada sesuatu yang sudah biasa dilakukan anak, boleh saja orang tua memberi pujian, tapi biasa saja dan tak perlu berlebihan. "Misalkan dia udah biasa nggambar nih. Pas kita ditunjukkin ya kita bilang wah keren ya. Terus ada apa lagi. Gitu aja," ujar Citra. 

Ketika anak melakukan kekeliruan, jangan lupa beri ia arahan dan jangan dimarahi. Sebab, ketika anak dimarahi saat melakukan kekeliruan, dia akan merasa tidak mampu, tidak percaya diri, dan akhirnya tidak mau mengulangi bahkan tidak mau mencoba melakukan hal itu lagi.

Lalu, saat anak berimajinasi perlu bagi orang tua memastikan apakah anak sudah tahu sesuatu yang benar. Contohnya, saat mewarnai pohon dengan daun warna merah muda, pastikan anak sudah tahu belum jika sebenarnya pohon berdaun hijau. Jika anak sudah tahu itu, biarkan ia berimajinasi.

Tapi, ketika anak belum tahu yang sebenarnya, biarkan dulu ia berimajinasi dengan pohon berdaun merah muda. Lalu, saat keluar rumah beri tahu anak bahwa pohon berdaun hijau. Meskipun, ada pula pohon dengan daun warna merah muda.

"Jadi jangan bilang itu salah karena ketika dikatakan bahwa dia salah, dia akan cenderung stuck dengan konsep itu. Dia cenderung terbatas, oke saya nggak boleh salah. Pohon mesti berdaun hijau, padahal kan ada juga pohon dengan daun pink," pungkas Citra.(rdn/up)

Sumber: health.detik.com