Breaking

Selasa, 08 November 2016

Ini Durasi Belajar di Rumah yang Ideal bagi Anak Usia Sekolah Dasar

Bilhd.com, Jakarta - Membiasakan anak belajar di rumah adalah hal yang penting. Khususnya bagi anak-anak di usia sekolah dasar, berapa lama idealnya waktu belajar mereka di rumah?

"Idealnya waktu belajar sebetulnya efektifnya ya, maksimal banget itu dua jam," tegas psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi saat berbincang dengan detikHealth.

Bahkan, durasi belajar di rumah selama satu jam saja dinilai sudah cukup asal di rentang waktu itu anak memang belajar dengan efektif. Sebab, kadang di sela-sela belajar anak ada yang butuh waktu istirahat. Bahkan, jika PR anak terlalu banyak, waktu belajar mereka bisa saja lebih dari dua jam.


ilustrasi
Nah, dikatakan Ratih, yang dilakukan anak selama belajar yakni mengulang pelajaran di sekolah, mengerjakan PR, dan membaca materi yang akan dipelajari esok hari. Jika rutinitas itu dilakukan setiap hari, Ratih mengibaratkan prestasi anak bisa 'aman'.

"Sebenarnya semua kegiatan pada anak harus ada pembiasaan dan itu harus konsisten. Termasuk belajar yang dilakukan nggak hanya pas ada ulangan aja atau ada PR aja. Kalau bisa anak-anak dibuatkan time table. Dari jam sekian ke sekian mau ngapain aja, supaya kita biasakan anak menggunakan waktu dengan efektif," papar pemilik akun twitter @ratihyepe ini.

Kadang, lanjut Ratih, ada anak yang tak mau belajar karena mereka melakukan hal yang tidak efektif dan membuat mereka capek. Misalnya saja capek main game atau capek nonton TV tanpa belajar. Itu artinya, anak menggunakan waktunya dengan kurang efektif sehingga dia tidak sadar atau peduli masih ada tugas lainnya yaitu belajar.

Atau, anak malas belajar bisa juga karena bingung ia mau belajar apa. Hal ini menurut Ratih bisa terjadi ketika anak terbiasa belajar dengan ibu dan materinya mesti dibacakan misalnya, sehingga anak tidak akan mau belajar jika tidak ada ibunya.

"Atau memang kontrol orang tuanya rendah. Anak nggak mau belajar oke aja. Pembiasaannya kayak gitu jadi anaknya kalau belajar pakai sistem kebut semalam alias SKS. Kalau SKS ingetnya pas ulangan doang, setelah keluar ruangan udah nggak inget materinya," tambah Ratih,

Ibu satu anak ini juga mengingatkan bahwa waktu bermain anak juga penting. Apalagi, saat ini tak sedikit juga sekolah yang memiliki jam belajar cukup panjang. Jika begitu, menurut Ratih diperlukan semacam formula kapan anak istirahat dan salah satunya dengan menggunakan time table.

"Contohnya anak bisa bangun lebih pagi supaya bisa belajar dulu. Atau kalau nggak ada PR minimal dia bisa baca materi tiap hari kayak nyicil gitu belajarnya. Itu tergantung kesepakatan orang tua dan anak," pungkas Ratih.


Sumber: detik.com