Breaking

Minggu, 28 Agustus 2016

Soetantyo Moechlas, Sosok Penulis di Balik Ketenaran Cerita Humor Mukidi

Bilhd.com - Akhir-akhir ini grup-grup Whatsapp, BlackBerry, Line hingga Facebook ramai soal cerita humor Mukidi. Dalam cerita humor yang beredar, Mukidi selalu dikisahkan mempunyai cerita-cerita lucu, kadang miris dalam kehidupannya. Lalu siapa tokoh di balik cerita Mukidi tersebut?

Soetantyo Moechlas, kanan

Penelusuran merdeka.com mengantarkan cerita Mukidi ini pada sosok Soetantyo Moechlas. Kepada merdeka.com, Tantyo sapaan akrab Soetantyo Moechlas, mengaku sudah lama menulis cerita-cerita lucu dengan tokoh utama bernama Mukidi.

"Tahun 90 dulu saya sudah nulis cerita lucu dengan nama tokoh Mukidi dan Wakijan. Wakijan ini sahabat baik Mukidi," ujar Tantyo kepada merdeka.com dalam sambungan telepon, Sabtu (27/8).

Kata Tantyo, tokoh Mukidi yang selalu dia tuliskan dalam cerita humor adalah orang yang biasa saja. Mukidi mempunyai seorang istri dan dua anak.

"Tidak terlalu alim, mudah akrab dengan siapa saja. Punya karir tapi kadang-kadang bisa menjadi apa saja. Istrinya Markonah, juga punya karir tapi tidak terlalu istimewa. Anak mereka 2 orang, Mukirin yang sudah remaja dan Mukiran yang masih duduk di bangku SD. Sahabatnya adalah Wakijan," ujar Tantyo.

Soetantyo Moechlas.

Cerita humor yang dia tulis ini kemudian disukai oleh beberapa orang kawannya. Tantyo akhirnya dibuatkan blog untuk kemudian diisi dengan cerita-cerita lucu seputra kehidupan Mukidi.

"Pernah juga saya buatkan bukunya, judulnya Laskar Pelawak: Balada Mukidi dan Wakijan. Itu tahun 2010," ujar warga Jatibening Bekasi ini.

Tantyo sendiri mengaku nama Mukidi hanya cerita fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, dia menyebut hanya kebetulan saja.

"Kalau ada orang benaran nanti tersinggung. Itu nama rekaan atau fiktif saja sebenarnya," ujarnya.

Terkait ramainya cerita humor Mukidi yang saat ini sedang ngehits, Tantyo mengaku tak ambil pusing. Hari-hari ini memang ramai cerita Mukidi tetapi dengan bahasa yang sedikit diubah.

"Ya tidak masalah, biar saja. Biar ramai. memang banyak cerita yang diselewengkan, tetapi gak papa," imbuhnya.