Breaking

Minggu, 28 Agustus 2016

Humor Mukidi Jadi Viral Bukti Indonesia Tak Kehabisan Lelucon Segar

Bilhd.com - Joke dengan nama Mukidi kini tengah menjadi viral di media sosial, tak pelak tulisan-tulisan tersebut membuat banyak orang tersenyum. Tidak sedikit beberapa kalimat diambil dari humor-humor lawan, namun hal itu tak mengurangi keinginan untuk tertawa.

Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengungkapkan, lelucon bisa muncul sebagai upaya manusia untuk merespons sebuah situasi. Apalagi, masyarakat Indonesia sangat lentur dan biasa membangun harmoni.

humor mukidi. ©2016 google

"Ketika dalam situasi emergency, tetapi bisa merespon positif yang dinilai banyak pihak di luar budaya sebagai sesuatu yang unik, ada sebagian yang mencaci. Semisal terorisme, yang membom Bali bisa dibuat tersenyum, dan ini dibicarakan masyarakat internasional," ujar Devie saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (28/8) kemarin.

Berbeda dengan masyarakat maju di dunia, orang Indonesia tidak terbiasa bekerja dalam tekanan. Jika tertekan sekalipun, beberapa individu bisa menciptakan mekanisme untuk keluar dari ketidaknyamanan.

Apalagi, sosok Mukidi dalam lelucon tersebut disebut-sebut seorang pegawai pajak. Meski belum bisa dibuktikan, namun hal itu bisa saja terjadi untuk menutupi sebuah ketakutan terhadap kebijakan pemerintah, salah satunya tax amnesty atau pengampunan pajak.

"Kalau saya menduga, masyarakat takut dengan isu pajak, yang menarik ada market dengan jokenya, dapet bisa 'berselancar' dalam ketidaknyamanan, mediumnya lelucon," paparnya.

Hal serupa juga pernah terjadi ketika publik dikejutkan dengan aksi terorisme di Jakarta dan Solo. Di balik cacian dan makian terhadap pelaku, namun ada beberapa orang yang justru mengemasnya dengan apik.


"Jadi senyum kita tidak bisa sesederhana dimaknai 'ketidakpedulian' atau 'pelecehan," tutupnya.

(merdeka.com).